Gerakan Kwartir Ranting Ngaglik Menyikapi Kejadian Laka Air Sungai Sempor

Kejadian laka air Sungai Sempor dalam kegiatan latihan minggguan Pramuka SMP N 1 Turi yaitu susur sungai pada hari Jumat 21 Februari 2020 yang mengakibatkan 10 korban meninggal dunia. Kejadian ini merupakan keprihatinan bagi Gerakan Pramuka, dunia pendidikan dan mayarakat.

Atas kejadian tersebut maka Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Yogyakarta membuat tim khusus penyusun draft Standart Operational Procedure (SOP) kegiatan Pramuka diluar Sekolah. Setelah menjadi draft SOP maka perlu disosialisasikan kepada Pembina Pramuka di tingkat Gugus Depan, dimana pembina gugus depan yang akan menjalankan SOP tersebut.

Gerakan Kwartir Ranting Ngaglik menyikapi kejadian tersebut dengan membuat kegiatan Karang Pamitran(Pertemuan Pembina Pramuka) se Kecamatan Ngaglik yang dilaksanakan pada hari Minggu 15 Maret 2020 pukul 07.00 – 13.00 WIB. Materi yang disampaikan dalam kegiatan Karang Pamitran tersebut adalah Manajemen Risiko dan Sosialisasi SOP kegiatan Pramuka luar sekolah.

Peserta yang mengikuti kegiatan Karang Pamitran sebanyak 72 orang dari utusan Gugus Depan di Ngaglik dan Pembina yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pembina Pramuka Sleman (FKPPS Nayantaka). Peserta diberi pelatihan Kajian Risiko dan Pengelolaan Risiko. Dengan harapan pembina pramuka dalam membuat kegiatan di Gugus Depannya melakukan manajemen risiko terlebih dahulu, sehingga kejadian yang menimpa SMP N 1 Turi tidak terulang kembali.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*