Bagi penduduk non Islam :

  1. Mengisi formulir F-2.09;
  2. Surat keterangan untuk menikah dari desa;
  3. Surat keterangan kesehatan dari dokter/ rumah sakit/ puskesmas;
  4. Fotokopi akta kelahiran dilegalisir oleh instansi yang berwenang;
  5. Surat keterangan imunisasi TT bagi mempelai perempuan;
  6. Fotokopi KK dan KTP calon mempelai;
  7. Kutipan akta perceraian bagi yang sudah pernah menikah dan kutipan akta kematian bagi cerai mati;
  8. Bukti pemberkatan/ pengesahan perkawinan dari pemuka agama dan atau Pembantu Pegawai Pencatatan Perkawinan;
  9. Pas foto berdampingan ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar;
  10. Bagi anggota TNI/Polri, dengan surat izin dari atasan langsung yang bersangkutan;

Bagi WNA:

  1. Laporan diri dari Kepolisian;
  2. Surat izin kedutaan;
  3. Fotokopi passport;
  4. Persyaratan yang berbahasa asing dialih bahasa ke Bahasa Indonesia.
  • Keterlambatan pencatatan (>60 hari sejak peristiwa perkawinan) dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp. 75.000,-
  • Bagi calon mempelai yang berasal dari luar daerah melampirkan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil asal;
  • 2 (dua) orang saksi minimal berusia 21 tahun berikut Fotokopi KTP yang masih berlaku.

SUMBER : Dinas Kepenedudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman