1. Surat pengantar dari desa/kelurahan asli;
  2. Surat keterangan kelahiran (F.2-01) dari desa/kelurahan asli dan surat keterangankelahiran asli dari Rumah sakit/ bidan bagi yang lahir di luar domisili penduduk;
  3. Fotokopi KTP Ayah dan Ibu yang masih berlaku, dilegalisir desa/kelurahan dankecamatan, apabila telah meninggal dunia dengan melampirkan akta kematian/ surat keterangan kematian dari desa/ kelurahan (F.2-29);
  4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK/C1) dilegalisir desa/kelurahan dan kecamatan (nama anak harus sudah tercantum dalam KK);
  5. Fotokopi surat nikah/ akta perkawinan/ akta perceraian yang sudah dilegalisir instansi yang berwenang;
  6. Bagi yang sudah memiliki ijazah harus melampirkan ijazah SD/SMP/SMA sederajat (salah satu);
  7. 2 (dua) orang saksi yang telah berumur 21 tahun ke atas, dengan membawa Fotokopi KTP yang masih berlaku, dilegalisir desa/ kelurahan dan kecamatan;
  8. Surat kuasa bermaterai cukup, bila dikuasakan dan melampirkan Fotokopi KTP penerima kuasa yang masih berlaku.

Catatan :

  1. Akta kelahiranyang terlambat adalah pada waktu mendaftarkan kelahiran sudah terlambat lebih dari 60 hari sejak kelahiran dengan mendapatkan Keputusan Kepala Instansi Pelaksanan (blangko tersedia);
  2. Apabila terjadi perubahan elemen data kependudukan, harus diikuti oleh administrasi data kependudukan;
  3. Nama anak, orangtua, tanggal dan tempat lahir harus jelas dan hanya 1 goresan;
  4. KK dan KTP yang digunakan adalah yang telah mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK);
  5. Biaya penerbitan kutipan akta kelahiran :
    – Tidak dipungut biaya jika usia anak <60 hari
    – Sanksi administrasi sebesar Rp. 30.000,- jika usia anak > 60 hari

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman