USAI MAKAN NASI PECEL Puluhan Karyawan PT MTG Keracunan

KOP-SSTKeracunan massal menimpa puluhan karyawan pabrik PT Mataram Tunggal Garment (MTG) yang beralamatan di Dusun Bolang Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik Sleman, Rabu (21/1/2015). Mereka lalu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Panti Nugroho Pakem untuk mendapatkan perawatan.

Informasi yang berhasil dihimpun KRjogja.com, kejadian bermula ketika karyawan mendapatkan jatah makan siang dengan menu nasi pecel dan telor ceplok dari catering yang disediakan oleh perusahaan sekitar pukul 12.00 WIB. Dua jam kemudian, karyawan dari divisi produksi mengeluhkan pusing disertai rasa mual ingin muntah.

Karyawan yang mengeluh serupa ternyata semakin bertambah hingga jumlahnya mencapai hampir 70 orang. Klinik di pabrik tidak mampu menampung karyawan, sampai akhirnya mereka dilarikan ke RS Panti Nugroho. Banyaknya pasien yang datang, membuat IGD RS Panti Nugroho tidak mampu menampung. Pihak RS terpaksa menempatkan mereka di lorong dan ruangan lainnya. Hingga saat ini masih ada beberapa karyawan yang menjalani perawatan. 

Maryanti (24) salah satu karyawan mengaku, dia mengambil makan siang yang di sisi tengah. Nasi tersebut lalu dia bawa ke kantin pabrik untuk dimakan bersama teman-teman sekitar pukul 12.15 WIB. Sekitar pukul 14.00 WIB dia mengeluh pusing dan mual lalu muntah. Oleh teman dia dilarikan ke klinik pabrik.

“Kepala rasanya pusing, lalu mual dan muntah. Tadi saya mengambil nasi yang di tengah. Rasa bumbu kacangnya memang beda. Baunya agak anyir,” kata karyawan di bagian saving ini.

Karyawan lain Sri Rahayu (35) mengatakan dia mengambil makan siang yang di sisi selatan, sehingga dia terbebas dari keracunan. Menunya sama namun buahnya beda. Dia mendapat pisang, sedangkan temannya yang keracunan buahnya semangka. “Beruntung saya ambil sisi selatan. Jadi tidak ikut keracunan. Rasanya ya biasa saja. Tadi yang keracunan ada dari bagian saving, cutting dan supplyer,” ujarnya. (Awh)

**sumber : www.krjogja.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*